Tulisan ini sebenarnya telah lama menjadi ide untuk menjadi sebuah artikel atau paling tidak menjadi tulisan “serius” utk blog ini. Namun sisi prefeksionis diri ini membuat ide tersebut lama utk terealisasikan. Dan akhirnya yg hadir adalah versi santainya, tulisan ini juga diterbitkan di blog-maztegh.
Asal usul manusia
Iya, darimana ya manusia berasal?
Sampai saat ini ada 2 kesimpulan pendapat mengenai asal usul manusia. Pertama, dari mereka yang pro evolusi menyatakan manusia berasal dari evolusi hewan sebelumnya (istilah makhluk hidup disini tidak pas, makhluk artinya ciptaan padahal bagi evolusionis manusia bukan ciptaan). Meskipun banyak yg telah membantah, ternyata para evolusionis masih terus bertahan dan berkembang.
Kedua, mereka yang berkeyakinan manusia adalah makhluk hidup yang secara khusus diciptakan oleh TUhan dengan kelebihan dari makhluk lainnya. Mereka disebut kaum creationist. Para pemeluk agama samawi termasuk didalamnya.
Kalo lebih detil lagi, sebenarnya ada pendapat yang lain. Mungkin anda pernah membaca buku Ternyata Adam Dilahirkan, Apakah pendapat di buku itu masuk yg pertama atau kedua,entahlah. Mungkin dimasukkan yg ketiga aja ya.
Ada juga yg berpendapat begini: teori evolusi akan lebih mudah menjelaskan proses penciptaan alam semesta beserta isinya-flora & fauna. Tapi tetap yakin manusia diciptakan oleh Allah. Dan teori evolusi tidak sesederhana manusia ber-evolusi dari hewan sejenis kera. Ada mekanisme yg rumit. Saya pernah ikutan diskusi di blognya Pak Dhe Rovicky.
Susah juga ya…
Langsung to the point aja deh!
Mari kita buka pesan dari langit berikut ini:
QS. Al Insaan(76):1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Yups…kita berasal dari ketiadaan. Disebut pun tidak bisa. We’re nothing before. Semoga ayat ini menjadi introspeksi diri tentang asal usul diri kita. Hanya atas rahmat Allah-lah diri kita hadir di dunia ini.
Ide Dasar Penciptaan manusia
Sub judul ini sebenarnya tidak lebih dari pemahaman sederhana saya terhadap suatu ayat yg sering dijadikan referensi ketika membicarakan manusia.Kenapa disebut Ide Dasar Penciptaan Manusia? Karena disinilah Allah mengungkapkan “rencana”NYA untuk menciptakan satu makhluk lagi yang lebih baik dari makhluk2 sebelumnya. Dan tidak hanya itu, disebutkan pula peran yang harus dijalani oleh makhluk baru tersebut.
Satu lagi yg menjadikan ayat ini “istimewa” adalah terjadinya dialog antara Allah dan Malaikat, dimana kita tahu bahwa malaikat adalah makhluk Allah paling taat dan patuh, tapi ketika Allah menyatakan “rencana”NYA untuk menciptakan manusia, malaikat tiba-tiba “mempertanyakan” rencana tersebut. Bahkan malaikat memberikan argumentasi bahwa makhluk tersebut akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Ayat ini pula yg meng-inspirasi seorang mualaf Amerika menulis buku: Even angels ask (bahkan malaikatpun bertanya).
Mari kita baca bersama-sama ayat tersebut:
QS.2:30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
32. Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Sengaja saya tampilkan dalam rangkaian ayat agar pemahaman terhadapnya tidak sepotong-potong. Karena ada yang memahami bahwa ayat 30 ini tidak berkaitan dengan penciptaan manusia, tapi lebih pada proses penunjukkan seseorang menjadi kholifah. Memang kata yang dipakai adalah jailun:menjadikan. Sehingga peristiwa ini menggambarkan “penobatan” Adam sebagai kholifah (pemimpin) bagi manusia (ada yg bilang: makhluk semacam manusia) yang sudah ada di bumi yang ditunjukkan dari argumentasi malaikat di ayat 30 tersebut. Buku TAD, yg kita bahas di posting sebelumnya, salah satu yang memahami penafsiran ini.
Untuk memberikan pemahaman yang utuh mari kita kaji rangkaian ayat di surat yang lain berikut ini:
QS. Al A’raaf (7): 11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (12). Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”
QS. Al Hijr (15): 28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, (29). Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (30). Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (31). kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.
32. Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”
QS.38:71. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” (72). Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.” (73). Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, (74). kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.
Kita perhatikan juga ayat2 berikut:
QS.17:61. Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”
QS.18:50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam[884], maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
QS.20:116. Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.
(Meminjam gaya tulisan Jeffrey Lang) Ketika kita membaca rangkaian ayat-ayat diatas, saya kira kita sependapat bahwa yang tergambar di dalam pikiran kita adalah Al Qur’an sedang menceritakan satu rangkaian kisah (dan bukan beberapa kisah) yang luar biasa yang diawali dari dialog antara Allah dengan malaikat, diciptakannya satu “makhluk istimewa”, disempurnakan dan dimuliakannya si makhluk tersebut (dengan ilmu pengetahuan dan Ruh-Nya), lalu malaikat disuruh sujud pada si makhluk, tapi ada iblis yang menolak sujud,…dan seterusnya.
Yach, begitulah kronologisnya. Dan memang Al Qur’an tidak dengan mudahnya memberikan pada kita satu cerita utuh dalam satu ayat atau surat. Tidak pernah bahkan. Seperti yang dikatakan Quraish Shihab, Qur’an bukan buku/jurnal atau ensiklopedia ilmu pengetahuan. Kita juga harus mengetahui bahwa suatu ayat turun diwahyukan kepada Rasulullah ada asbabun nuzulnya. Jadi kita tidak bisa menyimpulkan maksud suatu ayat secara terpisah dari rangkaian ayat lainnya (sebelum atau sesudahnya), atau dengan tidak mencari makna senada di ayat/surat yang lain, atau dengan menafikan asbabun nuzulnya.
Seperti pada surat Ali Imron : 59 dipostingan setelah ini; ayat itu turun dalam satu rangkaian dengan penjelasan Allah tentang Nabi Isa dimana ayat itu turun sebagai jawaban Rasulullah kepada orang-orang yang bertanya ttg Kisah Nabi Isa. Jadi tidak berdiri sendiri memberitakan kisah penciptaan manusia (Isa dan Adam).
Rangkaian ayat diatas membantah pemahaman sebagian orang yang menyatakan QS.2:30 hanya sebuah peristiwa penobatan Adam sebagai kholifah dan bukan ttg penciptaan Adam (manusia). Silakan dibaca dengan teliti rangkaian ayat yang lainnya, lebih baik dalam teks aslinya, bahasa arab.
Kembali ke ayat 30 Al Baqarah; nyatalah bagi kita bahwa kita diciptakan dengan membawa peran (misi) sebagai kholifah, wakil Allah di muka bumi, yang karenanya kita dibekali “alat” yang tidak dipunyai oleh makhluk Allah lainnya. Ilmu pengetahuan, Ruh (ciptaan) Allah dan diayat lain disebutkan fi ahsani taqwim (dalam bentuk yang sempurna). Bahkan satu lagi yang membuat manusia lebih istimewa dari yang lain, bahkan malaikat, adalah manusia diciptakan dengan “kedua tangan” Allah. Begitu sempurnanya manusia, hingga Rasulullah sebagai Insan Kamil bisa menembus “batas” yang tidak bisa ditembus oleh malaikat.
Begitu istimewanya diri kita…. tapi mana rasa syukur kita pada Sang Pencipta?








