Posting ini merupakan hasil diskusi disebuh situs fordis kampus, dan juga diterbitkan di blog-maztegh. Tema yang dibahas ttg sebuah buku “kontroversial” (bagi sebagian orang) Ternyata Adam Dilahirkan, anda pasti sudah tau siapa penulisnya, Agus Mustofa.
Mengkritisi buku tersebut sebenarnya bukan kapasitas kita, tapi setidaknya bisa dijadikan sebagai bahan diskusi dan asah pemikiran. Dari judul bukunya aja sdh tergambar spt apa kontroversialnya. Selama ini sebagian besar orang, khususnya pemeluk agama samawi, meyakini bahwa Adamlah manusia pertama yang diciptakan langsung oleh Sang Pencipta. Diciptakan dari tanah dan bukan dilahirkan.
Satu point yang aku kurang sreg, apalagi ketika aku compare dengan referensi lain terkesan bertentangan, adalah mengenai uraian/penjelasan/penafsiran terhadap QS. Ali Imron ayat 59. Dan ayat ini sepertinya (kalo membaca buku tersebut) menjadi inspirasi penulisan buku diatas.
QS.3:59 :Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
Penulis dalam buku itu menyatakan jika di ayat itu dikatakan bahwa proses penciptaan Isa itu disamakan dengan proses penciptaan Adam, maka logika baliknya adalah penciptaan Adam sama dengan proses penciptaan Isa. Dimana kita ketahui bersama bahwa Isa diciptakan Allah melalui proses kelahiran seorang ibu yaitu Maryam. Sehingga dinyatakan dalam buku itu bahwa Adam juga diciptakan melalui proses kelahiran dari seorang ibu. Ya, ternyata Adam dilahirkan, menurut buku itu.
Sampai disini, nampak jelas penyederhanaan penafsiran ayat diatas. Sampai dengan saat ini penafsiran ayat tersebut oleh Para Ulama-Jumhur Ulama, (kurang lebihnya) seperti ini bahwa di sisi manusia proses kelahiran Isa itu memang sungguh diluar kebiasaan, karena ibunya yaitu Maryam tidak bersuami dan sangat menjaga kesucian sehingga gak mungkin “berkumpul” dengan lawan jenis (selingkuh), tapi di sisi Allah bukanlah hal yang luar biasa dan bahkan sangat mudah, yang dimisalkan seperti penciptaan Adam, yang tanpa ayah dan ibu, dengan mudah dapat diciptakan dari tanah.
Jadi permisalan itu sebagai perumpamaan saja tentang kemudahan Allah dalam berkehendak dan melakukan kekuasaanNYA, khususnya dalam hal “menciptakan” Isa. Dan bukan persamaan jika A = B maka pasti B = A. Lagipula, rangkaian ayat ini (sebelum dan sesudahnya) menceritakan tentang Kisah Nabi Isa, dan tidak khusus memberitakan tentang penciptaan manusia.
Dan dalam ayat tersebut kata yang dipakai adalah inna matsala….kamatsali…
Mari kita buka ayat lain yang menggunakan kata yang mirip dengan ayat diatas.
QS.2:17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api[26], maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
Ayat ini juga memakai kata matsaluhum kamatsali…. dengan terjemahan seperti diatas (terjemahan Depag RI yg sdh di-digital-kan). Dimana kata ini diterjemahkan dengan kata perumpamaan, yang maksudnya sebagai sebuah pengibaratan. Footnote: [26]. Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.
Sayangnya di ayat 59 surat Ali Imron tidak ada footnote-nya. Mungkin penerjemah (Depag RI) sudah menganggap masyarakat sudah mafhum (paham) maksud dari perumpamaan penciptaan Isa dan Adam tersebut. Lalu darimanakah penulis buku itu mendapat kesimpulan yang berbeda. Di agama Kristen dan Yahudi pun, Adam diyakini sebagai manusia pertama.
Satu hal lagi, menurutku, pernyataan yang menjadikan buku tersebut controversial adalah mengenai penafsiran al basyar dan al insaan. Dikatakan bahwa proses kehidupan manusia dimulai dengan makhluk yang disebut al basyar, kemudian disempurnakan, diberi bekal ilmu pengetahuan dan ditiupkan padanya Ruh (ciptaan) Allah maka al basyar itu berubah menjadi al insaan. Dan al insaan itu mendapat nama Adam.
Lalu siapakah al basyar itu? Apakah dia yang melahirkan Adam?
Kalo al insaan sebagai bentuk “evolusi” al basyar, kenapa di beberapa ayat Al Qur’an kita masih mendapati kalimat penciptaan al insaan dari tanah seperti di QS. 32:7 “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”
Disini bahasa aslinya berbunyi: wa bada’a kholqo al insaani min thiin.
Sebenarnya ada yg kontradiktif (nurut aku sih), kalo Adam dilahirkan, kenapa buku ini membahas tentang jenis-jenis tanah (thin, turab, sholsholin,dll)? Apa hubungannya tanah-tanah itu dengan manusia (Adam)? Apakah manusia diciptakan dari tanah (kan bertentangan dengan judul bukunya)?
——– 0 ———
Note: Aku sudah ikutan milis Agus Mustofa, tapi sampai dengan tulisan ini aku terbitkan kembali (sebelumnya di blog-maztegh), belum ada respon baik dari adminnya maupun anggota milis yg lain.
——– 0 ———
Kebenaran hanya milik Allah. Tidaklah bijak suatu tindakan mengklaim kebenaran milik salah satu makhluknya.









Subhanallah….. maha suci Allah yg telah mengkaruniakan kemampuan berfikir kepada manusia, sehingga ia bisa berfikir dan memikirkan hal2 yang rumit. Membahas masalah penciptaan Adam, maka kita akan dihadapkan pada situasi dialog berkepanjangan yg seolah tidak pernah putus. Itu terjadi bila kita bersikap filosofis, namun lain halnya jika kita beracuan teologis. Agus Mustofa memang menyuguhkan perspektif pemikiran yg berbeda dengan orang pada umumnya. Tapi kita juga tidak bisa menjudge pendapatnya. Karna beberapa riwayat yg menyebutkan tentang penciptaan Adam memang kurang jelas (versi saya). Cerita itu seolah legenda yg sulit diterima akal manusia. Sehingga untuk menjelaskan yang sebenarnya diperlukan pengkajian yang sungguh2 dengan melibatkan ahlinya…..
Oleh: Juan rusli on Maret 16, 2009
at 7:58 pm
Ini buat sharing2an aja…siapa tau dapet kesimpulan yang dicari…ini ada tulisan yg lumayan lengkap..hingga agak nyerempet pemahaman pa Agus Mustofa….coba digabung semua pendapat dapet hasil ngga…? bila belon terpaksa kita cari lagi..nih….
I. Masa-masa awal sejarah Manusia yang kita kenal
Ada 3 Pendapat (mungkin lebih) tentang manusia pertama ini :
1. Pendapat Umum (Mayoritas) Bahwa Adam adalah manusia pertama
Beberapa dasar :
a. Allah berfirman :
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS An Nisa 1)
b. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS Al Baqoroh: 30)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
(QS Al Baqoroh :31)
2. Pendapat sebagian orang (Minoritas) bahwa Adam bukan manusia pertama
Dasar-dasar:
a. Firman Allah
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS Baqoroh :30)
Pemahaman “Khalifah” itu dipahami bukan “wakil” melainkan diartikan sebagai “pengganti” dasarnya : Dia-lah yang menjadikan kamu (pengganti-pengganti) khalifah-khalifah di muka bumi. (QS Fathir:39)
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.(QS Yunus: 14)
Dalam kitab al mufrodat Alfadhil Quran bab huruf kho hal. 157:
“Dan yang dinamakan kholifah ialah ganti dari yang lainnya, sama juga yang diganti itu memang karena tidak hadir atau yang diganti itu karena mati atau yang diganti itu karena udzur,dll”
Atau di dalam tafsir ibnu Katsir (hal 104)
“Yakni suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun dan generasi demi generasi”.
Tetapi tidak dapat dipahami bahwa yang “digantikan” itu adalah Allah, sebab :
Allah tidak berhalangan/udzur, tidak mati, dan bukannya tidak bisa melaksanakan,dll.
Jika Adam itu menggantikan Allah maka dia harus memiliki sifat2 yang menyerupai Allah. Tidak mungkin sesuatu yang tidak sempurna menggantikan sesuatu yang sempurna. Demikian menurut ibnu Katsir.
Sedangkan “kholifah” dalam arti wakil, kata Ibnu Katsir, sudah pasti tidak bisa dipakai sebab manusia tidak layak sebagai wakil Allah, malah sebaliknya Allahlah sebagai khalifah atau wakil (penolong) dasarnya :
“Cukuplah Allah menjadi Wakil (Penolong) kami dan Allah adalah sebaik2 pelindung”
(Ali imran: 173, Hud 12, at thalaq:3, an Nisa 81)
Tidak ada satupun di alQuran maupun di Hadits Nabi yang mengatakan bahwa manusia merupakan Kholifatullah. Allah hanya menyebutkan “kholifah” saja.
Menurut al Quran :
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS Yunus 13-14)
2. Dari mana malaikat itu tahu bahwa “Kholifah” itu akan menumpahkan darah ?
Alloh berfirman di dalam Surat al-Baqoroh :30
“Wa idzqoola robbuka lil malaikati inni ja’ilun kholifah fil ardhi”
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat,”Sesungguhnya Aku
akan menjadikan kholifah (Adam) dimuka bumi”.
“qooluu ataj’alu fiiha mayyufsidu fiiha wa yasfikuddimaa wa nahnu
nussabbihu bihamdika wa nuqaddisu lak”
“Para malaikat bertanya,”Mengapa Engkau hendak menempatkan dipermukaan
bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah ?,sedang kami
senantiasa bertasbih memuji dan mensucikanMu ?
“qoola inni a’lamu maa laa ta’lamun”
Alloh berfirman,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu
ketahui”
Perhatikanlah, bagaimana Malaikat bisa tahu bahwa “Adam adalah makhluk
yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah” ?
Ada 3 kemungkinan malaikat bisa tahu bahwa “Adam adalah makhluk yang
akan membuat bencana dan menumpahkan darah”.
1. Malaikat memiliki kemampuan melihat sesuatu yang akan terjadi.
2. Malaikat diberitahu oleh Alloh.
3. Malaikat sudah pernah melihat hal yang serupa itu terjadi.
kemungkinan yang pertama,
“1. Malaikat memiliki kemampuan melihat sesuatu yang akan terjadi.”
hal ini tidak mungkin sebab dibantah para malaikat sendiri di dalam
ayat alqur’an sendiri,
QS Baqoroh :32 “Qooluu subhanaka laa ilma lanaa illaa maa ‘alamtanaa innaka antal
alimul hakiim”
“Para malaikat menjawab,”Maha suci Engkau Ya Alloh, kami tidak mempunyai ilmu, hanya sebatas yang pernah Engkau ajarkan kepada kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Tahu dan Maha Bijaksana”
Dari ayat tersebut di atas, jelas, bahwa malaikat tidak memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.
Kemungkinan yang ke 2,
Malaikat mengetahui akan hal itu sebab diberitahu oleh Alloh,
Tetapi hal ini dibantah di dalam ayat tersebut yaitu,QS Baqoroh 30
“qoola inni a’lamu maa laa ta’lamun”
Alloh berfirman,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu
ketahui”. Jadi dalam hal ini, Alloh tidak memberitahu malaikat bahwa manusia
adalah makhluk yang membuat bencana dan menumpahkan darah.
Maka jelas, bahwa kemungkinan kemungkinan yang ketigalah yang berlaku,
yaitu bahwa Malaikat bertanya kepada Alloh,,”Mengapa Engkau hendak
menempatkan dipermukaan bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah ?,
adalah sebab sudah pernah ada kejadian yang seperti itu.Sudah pernah
ada makhluk yang seperti adam, yaitu sudah pernah ada manusia sebelumnya.
3. Firman Allah :“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (QS Ali Imran:33)
4. Firman Allah : Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.(QS Ali Imran:59)
Menurut ilmu pengetahuan :
a. Di puncak Big Hill Pegunungan Cumberland di Jackson County Kentucky, terletak lapisan batu pasir dari zaman karbon. Di tahun 1880-an batu itu dilindas roda kereta yang lewat sehingga suatu ketika permukaan batunya pecah. Ketika remukan akibat pecahan itu sudah tidak menutupi lagi, sederetan jejak ditemukan di atas lapisan karbon berusia sekitar 300 Juta tahun (sebelum perkiraan waktu adanya Adam), Jejak-jejak yang ditemukan adalah dua jejak manusia, ukuran baik, ibu jari terbuka lebar dan mempunyai tanda yang amat jelas. Jejak ini diperiksa oleh PRof. JF Brown dari Berea College,
Kentucky. (kutipan dari The American Antiquarian, 7:39, Januari 1885)
b. Sepasang jejak kaki manusia (ada fotonya, sama dengan jejak kaki manusia biasa bentuknya) pernah menghiasi lempengan batu kapur di tepi barat Sungai Mississippi di St. Louis. Di tahun 1816 atau 1817, lempengan itu digali dari posisinya dan dipindahkan oleh Bp. George Rappe ke desa Harmony (sekarangNew Harmony Indiana). Panjang jejak itu 10 inc dan lebar 4 inc di jari kaki, terpisah 6 inc di tumit, dan 13 inc di jari kakinya, menurut laporan Henry R. Schoolcraft, “jari-jari kaki amat terbentang, dan telapak kakinya rata seperti yang akan terjadi pada mereka yang terbiasa lama tidak mengenakan sepatu. Walaupun keadaannya seperti itu, jejak tersebut mencolok amat alami, menunjukkan rincian otot, dan membengkaknya tumit serta jari-jari kaki, dengan ketepatan dan kebenaran alami, yang tidak dapat saya salin, dengan tepat, dalam gambar ini…. (maaf gambar tidak bisa saya scan) Penelitian dari segala segi akan menjamin kesimpulan bahwa jejak ini terbuat pada waktu batu ini masih cukup lunak sehingga tekanan akan membentuk jejak tersebut dan bahwa jejak kaki ini alami dan asli. Dalam skema geologi, batu kapur ini mengeras sekitar 270 juta tahun yang lalu (jauh sebelum perkiraan adanya Adam). Batu dan jejak kaki dikatakan mengalami bukti keausan
dan penuaan yang sama. (dikutip dari The American Journal of Science and Arts,1:5:223-31,1882)
c. Fosil jejak kaki yang mungkin tertua yang sudah tersingkap ditemukan di bulan Juni 1968 oleh William J. Meister seorang kolektor fosil. Diperkirakan jejak kaki itu berumur sekitar 300-600 juta tahun yang lalu juga dengan bukti pendukung adanya seekor tribolet yang ada jejak fosilnya di bawahnya (seolah tribolet itu terinjak jejak kaki tsb). Tribolet adalah invertebrata laut berukuran kecil, kerabat dari udang dan kepiting yang banyak dijumpai sekitar 320 juta tahun yang lalu sebelum punah 280 juta tahun yang lalu. Hal
yang sangat aneh, adalah jejak kaki manusia itu mengenakan alas kaki sederhana…. Ditemukan di Antelope Spring, 43 mil di barat Delta, Utah. (Ada gambarnya tapi tidak saya scan)Tanggal 20 Juli 1968, seorang geologi dari Tucson Arizona Dr. Clifford Burdick, meneliti jejak itu dan ditemukan jejak menumpuk di atas alas kaki itu seperti jejak seorang anak-anak. (kutipan Creation Research Society Quarterly, Desember 1968) dan masih banyak bukti-bukti penemuan tentang jejak kaki yang berumur puluhan juta
bahkan ratusan juta tahun yang lalu
Perkiraan adanya Adam menurut Doktor Adil Thoha Yunus di dalam bukunya, Hayat Al-Anbiya Bayna Haqoiq at Tarikh wa al Mukasyafat Al-Atsariyyah al-Jadidah) adalah sekitar 600 tahun sebelum masehi, ini didasarkan keterangan dari kitab Taurat yang tertua, transkrip Yunani yaitu masa antara Adam sampai al Masih, tepatnya adalah 5872
tahun.
3. Pendapat lain tentang manusia pertama:
Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
1. Ya ayyuhannaasuttaquu Robbakumul ladzii kholaqokum min nafsin waahidatin wa kholaqo minhaa zaujahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiiron wa nisaa-an (Q.S.4, An-Nisa’ :1). Artinya : Wahai seluruh manusia, takutlah kamu semua kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu semua dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita) dan dari wanita yang satu itu Alloh menjadikan suaminya kemudian dari wanita dan laki-laki kedua-nya itu Alloh mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.
2. Huwalladzii Kholaqokum Min nafsin Waahidatin, wa ja’ala minha zaujaha liyaskuna ilaiha. (Q.S.7, Al-A’rof :189). Artinya : Dialah yang telah menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(wanita) dan dari pada wanita itu dijadikannya suaminya.
3. Huwalladzii ansya-akum min nafsin waahidatin….. (Q.S.6, Al-An’am : 98). Artinya : Dan Dialah yang menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita).
4. Kholaqokum min nafsin waahidatin tsumma ja’ala minha zaujahaa.. (Q.S.39, Az Zumar :6). Artinya : Dia menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU (wanita) kemudian dijadikan dari wanita yang satu itu suaminya.
Dalam ayat-ayat tersebut di atas ada kalimat “…Nafsin Waahidatin..” yang artinya “…diri yang satu..”. Waahidun artinya satu dan Waahidatun artinya juga satu.
Tetapi di ayat Qur’an itu dipilih oleh Alloh adalah kalimat (kata) Waahidatun yakni ada huruf ” TA” marbuthoh-nya, yakni SEBAGAI TANDA WANITA.
Jadi ini menurut Al-Qur’an surat An Nisa’, Surat Al-Arof, Surat Az-Zumar dan Surat Al-An’am bahwa MANUSIA PERTAMA ITU BERJENIS WANITA bukan laki-laki. Dan kalau begitu manusia pertama bukan lah Adam karena Adam itu seorang laki-laki. Tentang nama manusia pertama yang berjenis wanita ini tidak ada keterangan dalam Qur’an.
Setelah manusia pertama yang berjenis wanita/perempuan itu kemudian Alloh menciptakan manusia yang ke dua. Adapun manusia yang kedua adalah berjenis laki-laki yang namanya juga tidak diterangkan dalam Al-Qur’an.
Jadi manusia pertama yang berjenis wanita itu hamil atas kuasa Alloh (tanpa suami) lalu melahirkan seorang anak laki-laki yakni sebagai manusia kedua. Yang kemudian anak laki-laki tersebut setelah dewasa menjadi suami dari manusia pertama.
Perhatikan kalimat ,” wakholaqo minha zaujaha ”
Dalam ayat itu ada kata , ” MINHA ” artinya dari orang yang satu berjenis wanita. Seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimatnya ialah ” MINHU” tetapi di ayat-ayat itu memakai kalimat,” MINHA” yang berarti wanita.
Kemudian kalimat ” ZAUJAHAA” artinya Suami nya (wanita).
Terlihat jelas bahwa manusia pertama adalah wanita kemudian manusia ke dua adalah berjenis laki-laki. Kalau seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimat nya dalam Qur’an bukanlah ” Wakholaqo Minhaa Zaujahaa” tetapi berbunyi ,” Wakholaqo Minhu Zaujahu “. Sebab “HU” itu dhomir laki-laki dan “HAA” itu dhomirnya wanita.
Dan dalam AL-QUR’AN tetap memakai ” MINHA ZAUJAHAA”.
Setelah tercipta manusia pertama berjenis wanita kemudian melahirkan seorang manusia berjenis laki-laki dan manusia kedua ini menjadi suami manusia pertama kemudian berkembanglah dari dua manusia itu laki-laki dan wanita yang banyak.
II. Manusia keturunan Adam
Allah berfirman,
“Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah liat. Kemudian Kami jadikan dia air mani yang tersimpan dalam tempat yang kukuh sekali. Kemudian Kami jadikan ‘alaqoh’ kemudian ‘alaqoh’ Kamu jadikan gumpalan (janin) dan gumpalan itu Kami jadikan tulang belulang dan tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami kembangkan menjadi makhluk lain lagi dan Kami tidak melalaikan ciptaan Kami”
(QS Al Mukminun 12-14)
Perkataan Arab “Alaqah” mempunyai tiga arti. Arti pertama adalah “lintah”. Arti kedua adalah “barang yang mengambang” dan yang ketiga “segumpal darah”
Menurut penyelidikan Profesor Moore, ia adalah Profesor Emeritus dalam Anatomi dan Sell Biologi di Universitas Toronto Kanada, ahli ilmu biologi, ditemukan bahwa :
1. Lintah air tawar sama penampakannya dengan embrio dalam tingkat alaqah ini.
2. Arti kedua adalah “barang mengambang”, inilah yang dapat kita lihat ketika embrio selama fase alawah menempel pada uterus (rahim) ibu.
3. Arti ketiga adalah “gumpalan darah”, menurut penelitian Profesor tersebut, di dalam fase alawah ini terjadi proses internal pembentukan darah seperti dalam tabung tertutup. Darah terperangkap dalam tabung2 tertutup membentuk menjadi gumapalan-gumapalan darah.
Dan ketiga arti itu diwakili oleh satu kata saja yaitu “alaqoh” dan tiga makna itu bisa dipakai tanpa ada satupun arti “alaqoh” yang tertolak.
Allah berfirman :
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya rohKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.(QS As Shaad : 72)
Allah juga berfirman :
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya rohNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(QS As Sajdah :9)
Oleh: Yogaswara on April 12, 2009
at 9:22 am
ada yang sedikit tambahan:
1. dalam Al Quran tidak pernah ada pernyataan tegas dan jelas bahwa Adam adalah manusia pertama (ada yg mengatakan arti adam sendiri adalah= yg awal tapi bukan pertama). Istilah “Diri yang satu” dlm alquran, bukan ditujukan pada Adam itu sendiri, malah itu diartikan sebagai Stemcell (diri yang satu) yaitu suatu bentuk awal ketika bertemunya sel sperma dan sel telur sebelum membelah diri.
2. Saya pernah baca disuatu artikel bahwa menurut ilmu kedokteran, terjadinya seorang wanita menjadi hamil tanpa perantara laki2 ternyata kemungkinannya itu ada (saya lupa istilah kedokterannya), dan ini dibahas jelas dengan istilah2 kedokteran. coba aja disearch…saya sudah lupa alamat webnya
Oleh: Yogaswara on April 12, 2009
at 9:38 am
nambah lagi nih…untuk pesen ke maz tri…:
Saya mah cuma ngumpulin pendapat2 orang ke dalem otak ini, lalu disharingkan…nah, selanjutnya maztri aja yang ngolah…kalo dapet kesimpulan bagi2 yaa…
Karena sementara ini tetap kesimpulan saya bahwa segala sesuatu diciptakan melalui suatu proses…apalagi kalo kita coba sandingkan antara proses penciptaan adam dengan proses penciptaan alam semesta VCDnya dikeluarkan oleh national geograpic tentang planet, satelit huble dll.(di gramedia ada, dibagian vcd).
pokoke kalo udah liat muncul rasa sukacita bercampur kengerian yg tak terucap atas ke “MAHA-AN DIA”….
Malah dalam hati kecil saya suka mikir, jangan-jangan gue ini cuma bisa ngomong teori2 belaka tanpa bisa mempraktekan dalam aplikasi hidup, waduh pantes aja yaah doa nabi2 tuh isinya ..ya Allah aku ini dzalim…..robbana dzalamna…dst, ditambah lagi setiap shalat baca ih dina shirotul mustakim (tunjuki jalan yang lurus), inipun serasa diri orang sesat terus….rasanya tak lepas dari dosa setiap saat…..eh sori jadi curhat…!…yah mudah2an dengan silahturahmi seperti ini kita bisa saling sharing mengisi, buat nambah2 ketaatan.
Oleh: Yogaswara on April 12, 2009
at 10:07 am
Makasih mas yoga, member milis Agus Mustofa, masukannya sangat bagus tuh. satu yg kita sependapat, bahwa konsep manusia berasal dari manusia purba (bukan homo sapiens, tp pithecanthropus erectus dan sejenisnya) telah terbantahkan dengan diketemukannya fosil cetakan telapak kaki manusia modern yg berusia jutaan tahun.
Kalo yg lain, mari kita pelajari dulu. Maaf baru direspon skrg, soalnya banyak aktivitas hingga lupa blogging.
Oleh: mazthoha on Mei 18, 2009
at 2:47 pm
nice posting…subhanallah..
Oleh: serendipity55 on Agustus 17, 2009
at 4:11 pm
nice posting and comments…subhanallah..
Oleh: serendipity55 on Agustus 17, 2009
at 4:11 pm
sy setuju sependapat bila Adam ‘alaihissalam itu dilahirkan. dia bukan manusia pertama…
Oleh: dildaar80 on Oktober 5, 2009
at 7:27 pm
Alasannya apa mas? Adakah yg bisa menjadi penguat pendapat anda mas?
…thanks for your comment…
Oleh: mazthoha on Oktober 5, 2009
at 7:33 pm
namanya juga manusia ya dilahirkan toh? he he he…he ..sy sependapat dengan yogaswara..lagipula ayat Al-Quran dan sabda nabi s.aw. tdk menyebtkan Adam manusia pertama dan turun dari langit.
Berita dan tafsir israiliyyaat juga tdk 100 persen harus diterima. kita khan punya Alquran dan akal sehat mari kita timbang baik2..
Oleh: dildaar80 on Oktober 6, 2009
at 12:16 pm